Background

Bank Dunia memprediksi bahwa 8 tahun lagi, sekitar 68 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk kota di lahan yang terbatas, peningkatan kepadatan adalah satu-satunya cara agar sebuah kota tetap layak huni dan berkelanjutan baik bagi warga, pemerintah dan kalangan pengusaha.

Kepadatan dan penataan yang baik membuat ruang-ruang publik jadi lebih terjamin dan pelayanan pemerintah juga bisa berjalan lancar. Intensitas kegiatan berusaha pun bisa menjadi lebih efektif dan tumbuh baik dengan pendeknya jarak serta lancarnya mobilitas. Untuk mewujudkan kondisi ideal tersebut, banyak kebijakan pembangunan yang perlu dilihat ulang dan ditingkatkan.

Salah satu kebijakan yang penting untuk ditingkatkan agar bisa menjawab tantangan penataan kota di masa depan adalah sistem perlindungan terhadap kebakaran.

Proses proteksi kebakaran yang ada saat ini masih perlu dikembangkan agar tak hanya menjamin keamanan namun juga mampu mengakomodasi inovasi-inovasi dalam bidang perencanaan dan pembangunan kota yang lebih kompleks dan padat.

Jakarta Property Institute (JPI) akan memfasilitasi pembuatan kelompok kerja (pokja) yang terdiri dari pemangku kepentingan dari berbagai macam bidang keilmuan untuk dapat duduk bersama. Pokja ini akan mengumpulkan masukan dan menginisiasi kebijakan yang akan mendukung kinerja kota yang ekonomis dan menumbuhkan ruang-ruang untuk inovasi.


Purpose

Indonesia, sebagai negara yang rentan bencana, sudah sepatutnya memiliki standar proteksi kebakaran tingkat nasional. Pokja ini adalah langkah pertama untuk membuat standar proteksi pertama tingkat daerah, yang bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Standar ini juga bisa mendasari pembuatan standar tingkat nasional.

Pembentukan pokja bertujuan untuk:

  • Mengumpulkan masukan dari berbagai pihak yang akan digunakan untuk memformulasikan standar tersebut. Standar ini mencakup rekomendasi terkait penyediaan infrastruktur, teknologi, dan pelayanan dari kota.
  • Mengantisipasi segala perubahan dan dinamika pada bangunan menengah sampai tinggi dan fasilitas-fasilitas publik.