Research Associate


Cara mendaftar

Bila anda seorang akademisi berpendidikan minimal S2 (atau sedang menempuh pendidikan S2) di bidang yang sesuai dan tinggal di Jabodetabek, kirim:

  • CV
  • Daftar publikasi/penelitian yang sudah atau sedang dilakukan
  • Ringkasan proposal penelitian (maks. 400 kata) untuk salah satu topik tersebut di atas ke urfi@jpi.or.id sebelum 11 October 2019, Jumat.

Topik penelitian:

1. Pedagang Kaki Lima

Aktivitas ekonomi informal memegang peranan yang penting dalam perekonomian Jakarta. Namun, kajian tentang pedagang kaki lima masih sedikit. Sudah saatnya pemerintah memberi perhatian lebih kepada mereka. Tidak lagi semata-mata dipandang sebagai pengganggu ketertiban umum, tapi sebagai aktor penggerak perekonomian. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan Berikut:

  • Bagaimana kondisi yang dialami oleh pedagang kaki lima sebagai salah satu pelaku ekonomi informal di Jakarta?
  • Berapa penghasilan dan pengeluaran mereka setiap bulannya?
  • Ke mana sajakah perginya penghasilan dan pengeluaran tersebut?
  • Faktor-faktor apa yang menentukan lokasi, waktu operasionalnya, dan apa saja yang boleh mereka jual?
  • Siapa sajakah aktor atau pelaku yang menentukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas?
2. Aktivitas Ekonomi Akhir Pekan

Saat ini Jakarta dikenal sebagai tujuan bisnis, bukan sebagai destinasi berakhir pekan atau liburan. Tingkat okupansi hotel pada akhir pekan hanya setengah dari okupansi di hari kerja. Di saat sebuah kota seharusnya menjadi tempat yang menarik untuk hidup, bekerja, dan bermain, Jakarta tidak memanfaatkan potensinya secara penuh.

Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat Jakarta sebagai tujuan wisata akhir pekan dan liburan bertaraf internasional serta menjawab pertanyaan bagaimana aktivitas perekonomian di Jakarta dapat meningkat pada akhir pekan.

  • Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat Jakarta sebagai tujuan wisata akhir pekan dan liburan bertaraf internasional serta menjawab pertanyaan bagaimana aktivitas perekonomian di Jakarta dapat meningkat pada akhir pekan.
  • Infrastruktur dan fasilitas apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang hal tersebut?
  • Sumber daya masyarakat atau organisasi apa saja yang diperlukan untuk mewujudkannya?
  • Bagaimanakah peraturan maupun insentif yang harus diberikan pemerintah untuk membuat Jakarta menjadi tujuan wisata yang menarik?
3. Konsolidasi Lahan Perkotaan

Penggunaan lahan di Jakarta cenderung tidak efisien. Pembangunan rumah tapak sulit dilakukan karena mahalnya harga tanah. Ketimbang membiarkan terjadinya urban sprawl, Jakarta perlu menyediakan lebih banyak hunian vertikal dalam rupa apartemen atau rusun. Namun, pengadaan hunian vertikal membutuhkan lahan yang cukup besar. Sementara, persil atau kavling lahan di Jakarta rata-rata berukuran kecil. Untuk itu, dibutuhkan konsolidasi lahan yang merupakan salah satu upaya menata kembali penguasaan, penggunaan, dan intensitas lahan untuk pembangunan.

enggunaan lahan di Jakarta cenderung tidak efisien. Pembangunan rumah tapak sulit dilakukan karena mahalnya harga tanah. Ketimbang membiarkan terjadinya urban sprawl, Jakarta perlu menyediakan lebih banyak hunian vertikal dalam rupa apartemen atau rusun. Namun, pengadaan hunian vertikal membutuhkan lahan yang cukup besar. Sementara, persil atau kavling lahan di Jakarta rata-rata berukuran kecil. Untuk itu, dibutuhkan konsolidasi lahan yang merupakan salah satu upaya menata kembali penguasaan, penggunaan, dan intensitas lahan untuk pembangunan.

  • Bagaimana memfasilitasi terjadinya konsolidasi lahan di Jakarta?
  • Faktor-faktor apa saja yang bisa menjadi penarik masyarakat agar bisa mengonsolidasikan lahannya secara sukarela?
  • Bentuk reformasi peraturan seperti apa yang dibutuhkan untuk mendukung terjadinya konsolidasi lahan secara efektif?