Pembangunan hunian mixed-use, potensi baru untuk kota


12 August 2021


Lahan di Jakarta makin terbatas dan mahal. Sekarang apartemen sudah mengadopsi konsep campuran. Beberapa fungsi hadir di dalam satu area, misalnya mal atau kantor di bagian bawah, sedangkan apartemen berada di atasnya. Pengembangan dengan konsep campuran sudah saatnya juga dikembangkan pemerintah sebagai salah satu solusi penyediaan hunian terjangkau.

Apa ini arah pengembangan hunian ke depannya?

Keterbatasan dan mahalnya harga lahan di Jakarta tak seharusnya menghalangi warga untuk memiliki hunian terjangkau dan layak di Jakarta. Mixed-use development adalah cara yang bisa ditempuh pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan untuk menyediakan lebih banyak tempat tinggal bagi warga Jakarta.

Konsep mixed-use yang kita ketahui biasanya berupa proyek swasta. Mungkinkah itu terjadi di proyek hunian terjangkau milik pemerintah?

Tentu mungkin. Karena lahannya milik pemerintah, maka masalah utama yaitu penyediaan lahan sudah pasti terselesaikan.

Bagaimana prosesnya agar konsep mixed-use pemerintah untuk hunian terjangkau terwujud?

Pertama, pemerintah berinisiatif sebagai regulator. Kemudian, ada upaya mempertemukan pemilik lahan (bisa pemerintah/BUMD) dan pembangun hunian (BUMD/instansi pemerintah lainnya/swasta). Ada kesamaan pemahaman kedua pihak untuk mewujudkan hunian terjangkau.

Kedua, perencanaan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Bukan hanya konstruksi, tapi juga pengelolaan dan perawatan hunian setelah terbangun, penentuan segmen penghuni, dan kebijakan yang menjamin penghuni tetap bisa membayar tarif sewa. Intinya, keberlanjutan. Pemerintah juga harus tetap menyediakan opsi sewa bagi masyarakat yang tidak mampu membeli.

Apa sudah ada contoh konsep mixed-use hunian vertikal di lahan pemerintah?

Rumah Susun Pasar Rumput di Jakarta Selatan adalah pionirnya. Bagian bawah berfungsi sebagai pasar dan bagian atasnya berfungsi sebagai hunian. Peningkatan fungsi pasar menjadi fungsi campuran bisa mengatasi kekurangan suplai hunian dan menggairahkan ekonomi pasar. Konsep ini berpotensi diterapkan di lahan pemerintah lainnya karena biasanya lahan tersebut masih berfungsi tunggal.

Bagaimana agar konsep hunian mixed-use ini berkelanjutan?

Harus ada kebijakan dan sosialisasi yang membuat masyarakat yang tinggal di hunian vertikal memahami hak dan kewajibannya. Contohnya, penghuni harus memahami kewajiban membayar biaya pengelolaan rutin dan menjaga semua fasilitas di area bersama.

Apakah konsep Mixed-Use ini akan lebih ramah lingkungan?

Ya.Pembangunan berkonsep campuran memungkinkan penghuninya menggunakan kendaraan bermotor dengan minimal. Sebab, kebutuhannya mulai dari bekerja, berbelanja, dan mendapat hiburan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Artinya, semakin sedikit jejak carbon yang dihasilkan saat berkegiatan.


Publications

Blog/opinion

News releases