City Stats | car oriented city

Arah pembangunan sistem mobilitas dalam perencanaan kota Jakarta pada awalnya tidak berfokus pada transportasi publik, berbeda dengan Singapura dan Hong Kong. Hal ini mengakibatkan ketergantungan masyarakat Jakarta pada kendaraan pribadi sebagai moda mobilitas sehari-hari yang tentunya menyebabkan berbagai kerugian. Meski demikian, kini pembangunan sistem mobilitas di Jakarta sudah mulai mengarah ke transportasi publik.

Berikut tingkat ketergantungan Jakarta terhadap kendaraan pribadi dibandingkan dengan Singapura dan Hong Kong.

1.
Kepemilikan mobil pribadi di Jakarta 5x dari Singapura dan Hong Kong.
Jumlah kepemilikan mobil pribadi (2020)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2021; Land Transport Authority Singapore 2020; Transport Department of Hong Kong 2020. jumlah-kepemilikan-mobil-pribadi
2.
Setiap 1.000 penduduk, Jakarta memiliki 318 unit mobil. Jumlah ini jauh lebih banyak dari pada Singapura dan Hong Kong
Jumlah mobil/1000 penduduk (2020)
Sumber: Pengolahan Data, 2020. jumlah mobil/1000 peduduk (2020)
3.
Panjang jalur MRT sebagai salah satu moda transportas masal di Jakarta masih jauh lebih pendek dibandingkan Singapura dan Hong Kong.
Panjang jalur MRT (2020)
Sumber: MRT Jakarta; Statista 2020; Transport Fact Sheets Government of Hong Kong 2021. Panjang jalur MRT (2020)
4.
Tingkat kemacetan di Jakarta merupakan yang tertinggi dibanding Singapura dan Hong Kong yang digambarkan melalui peringkat.
Tingkat kemacetan (2020)
Sumber: TomTom Traffic Index Ranking 2020 Tingkat kemacetan (2020)
5.
Sistem mobilitas di Jakarta masih sangat didominasi oleh mobil pribadi. Hal ini sangat berbeda dengan Singapura dan Hong Kong yang didominasi oleh transportasi publik.
Persentase perbandingan moda mobilitas (2020)
Sumber: Deloitte City Mobility Index 2020. Persentase perbandingan moda mobilitas (2020)