Transit Oriented Development (TOD): Mengenal Kawasan Berorientasi Transit di Jakarta

29 November 2022

Warga Jakarta dan sekitarnya semakin antusias tentang pengembangan kawasan TOD di Jakarta. Sebab, transit oriented development dapat menjadikan Jakarta kota yang nyaman untuk dihuni dan menjadi sarana menuju pembangunan kota berkelanjutan.

Pengertian transit oriented development (TOD)

Transit oriented development adalah konsep pembangunan daerah yang terfokus pada titik-titik transit angkutan massal, terutama yang bersinggungan dengan jaringan angkutan lain. 

Kawasan TOD didesain untuk memadukan fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik, dengan intensitas pemanfaatan ruang yang tinggi. Di samping itu, kawasan TOD juga bertujuan untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. 

Mengingat tingkat kemacetan Jakarta yang tinggi, pengembangan kawasan TOD di Jakarta tentu dapat membawa perubahan positif bagi kota dan warganya. 

Pengembangan kawasan TOD di Jakarta

Pengembangan kawasan TOD di Jakarta diatur di dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 Transit Oriented Development (TOD). 

Pembangunan kawasan TOD di Jakarta dilaksanakan oleh PT MRT Jakarta melalui PT Integrasi Transit Jakarta. Lokasi pengembangan kawasan TOD di Jakarta tidak lain di wilayah beberapa stasiun MRT Jakarta, di fase 1 koridor selatan-utara. 

Dilansir dari situs resmi MRT Jakarta, Pemprov DKI Jakarta telah menugaskan PT MRT Jakarta sebagai operator utama pengelola kawasan TOD di wilayah 8 stasiun, sebagai berikut:

  • Kawasan TOD Stasiun Lebak Bulus
  • Kawasan TOD Stasiun Blok M
  • Kawasan TOD Stasiun Senayan
  • Kawasan TOD Stasiun Istora
  • Kawasan TOD Stasiun Bendungan Hilir
  • Kawasan TOD Stasiun Setiabudi
  • Kawasan TOD Stasiun Dukuh Atas
  • Kawasan TOD Stasiun Bundaran Hotel Indonesia

Beberapa kota yang telah berhasil menerapkan transit oriented development

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan oleh Bank Dunia pada situs resminya, beberapa kota di dunia yang telah berhasil menerapkan transit oriented development antara lain adalah Stockholm, Kopenhagen, Hong Kong, Tokyo, dan Singapura. 

Pengembangan kawasan TOD di kota-kota tersebut dilakukan berdasarkan  premis bahwa pertumbuhan ekonomi, transportasi perkotaan, dan penggunaan lahan dapat dikelola secara lebih efisien jika direncanakan secara bersamaan. 

Pengembangan kawasan TOD tentu bukanlah proyek yang sederhana. Berhasil tidaknya pembangunan kawasan TOD nantinya dapat diukur dari beberapa indikator dan kriteria. Harapan kita semua tentu agar pengembangan kawasan TOD di Jakarta dapat mewujudkan kota yang lebih baik.  Namun, tidak dapat dipungkiri, saat ini pembangunan kawasan TOD di Jakarta masih menghadapi beberapa tantangan tersendiri. 

Untuk memahami lebih lanjut tentang penerapan  transit oriented development di Jakarta beserta  tantangan dan indikator keberhasilannya, baca juga Pengertian Transit Oriented Development (TOD) dan Penerapannya di Jakarta

Blog

News releases

Close Button

Stay Informed!

Sign up here to get our latest content, updates and special events delivered to your inbox.