Penelitian UI dan JPI

Potensi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Kelas Menengah melalui Co-residence

Potensi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Kelas Menengah melalui Co-residence


Jakarta Property Institute (JPI) dan Universitas Indonesia melakukan riset mengenai potensi pemenuhan kebutuhan hunian kelas menengah melalui konsep co-residence. Riset ini dilandasi oleh sulitnya menjangkau hunian layak. Masalah ini kini tidak hanya dialami oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tetapi juga masyarakat kelas menengah.

Hasil riset ini menemukan tiga Penyebab utamanya adalah keterbatasan lahan perumahan dan kenaikan harga tanah yang kian tidak terkendali. Kenaikan harga tanah pun tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan rumah tangga. Selain itu, terdapat pula peningkatan rasio ketergantungan kelompok usia lanjut kepada usia produktif.

Itu sebabnya, co-residence muncul sebagai alternatif solusi penyediaan perumahan. Co-residence dimaknai sebagai cara bertinggal dalam sebuah rumah lintas generasi untuk saling memberi dukungan sosial dan finansial. Konsep co-residence telah diterapkan oleh beberapa warga di Jakarta. Namun, sejauh ini belum ada peraturan zonasi mengenai perumahan bagi keluarga jamak (multi-family housing). Selama ini peraturan zonasi perumahan hanya diperuntukkan bagi keluarga tunggal.

Riset ini disertai dengan simulasi potensi ketersediaan jumlah unit hunian dengan konsep co-residence untuk kelompok non-MBR. Di dalamnya juga termasuk potensi awal yang ada di masyarakat dan tantangan yang perlu diselesaikan pemerintah untuk mewujudkan co-residence swadaya sebagai alternatif solusi penyediaan rumah terjangkau.

Laporan lengkap hasil riset: Buku Potensi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Kelas Menengah melalui Co-residence

Kembali ke Homepage